Kumpulan nilai yang kamu bisa pilih

Adil Aktivisme Akuntabilitas Alam Ambisi Antusias Bebas Benar Berani Bijak Bimbingan Canggih Cinta Damai Dekat Efektivitas Efisiensi Finansial Gembira Gerakan Harga Diri Harmonis Hiburan Iba Iman Inspirasi Integritas Intelektual Introspeksi Jujur Kasih Sayang Kaya Keamanan Keluarga Kendali Kerja Sama Komitmen Kompetensi Kompetisi Kreatif Kredibilitas Kualitas Kuasa Lingkungan Hidup Loyalitas Mandiri Masyarakat Membantu Orang Merdeka Murni Musik Otonomi Pantas Patriot Pekerjaan Berarti Pelayanan Publik Pemimpin Pengakuan Pengaruh Pengetahuan Percaya Pertumbuhan Petualangan Prestasi Pribadi Ramah Reputasi Rohani Sahabat Sehat Semangat Seni Sesuai Stabilitas Status Sukarela Tanggung Jawab Tantangan Tegas Tekad Tekun Tenang Tenar Terbuka Uang Unggul Waktu Wawasan




Pertanyaan 1 Pertanyaan 2 Pertanyaan 3
Pilihlah berbagai nilai yang tertera dalam kumpulan kata berikut, yang kamu pikirkan ataupun rasakan saat kamu sedang dalam keadaan paling bahagia, bangga, puas, atau tenang. Tambahkan yang lain jika perlu. Tulislah kalimat atau paragraf yang mengandung nilai-nilai yang kamu pilih. Jelaskan mengapa nilai tersebut berarti bagimu. Ceritakan topik yang orang lain sering atau baru saja tanyakan atau minta saran kepadamu.

Jawaban

Kualitas, Waktu , Tenang

Kualitas. Merasakan kebahagian ataupun kepuasan itu akan terasa sangat maksimal kalau kita sendiri sudah tau bahwa apa yang kita kerjakan itu sudah memiliki standar kualitas yang tinggi. Sebagai contoh, mengerjakan sesuatu setengah-setengah dengan pikiran "yang penting selesai" pasti ada perasaan puas pas tugasnya selesai. Tapi pasti berbeda dengan mengerjakan sesuatu yang kita tau ekspektasi orang lain apa, dan dari kita sudah ada effort besar buat selesein, dan memenuhi goal yang diminta, mungkin ga harus bener-bener sempurna karena kesempurnaan itu hanyalah milik Tuhan semata #apasih haha, tapi ketika selesai pasti ada kepuasan yang "beda" yang dirasakan.

Waktu. Nah ini nih paling penting juga, kalau kerjaan uda banyak banget, terus uda maksimal kan kerjainnya, uda seneng dong habis itu, puas kan, happy kan, habis itu lihat jam, dan udah jam 7 malam. Liat jendela orang-orang uda pada pulang, lampu-lampu kantor sebelah uda mati, matahari sudah malu menunjukkan dirinya, bintang-bintang bulan mulai terlihat, diluar ramai oleh orang-orang yang pulang kantor, terus balik lihat screen liat "task assigned to me" , dan masih ramai aja nih. Maka faktor Waktu juga menjadi kunci disini, sebisa mungkin apapun yang dikerjain juga dengan waktu yang terefisien mungkin.

Tenang. Dalam situasi kayak apapun memang susah sih buat bener-bener bisa tenang, apalagi kalau mau ngelakuin sesuatu yang kita belum siap dan pasti ada rasa deg-degan, kepikiran, kebawa tidur, kebawa mimpi, ga enak banget. Tapi tetep ketenangan itu penting, tetep percaya segala masalah pasti ada solusinya. Tapi percaya saja juga nggak akan cukup, jadi ya mulailah pikir cara nyeselesinnya gimana, tetep berkepala dingin, kerja sama, kolaborasi dengan orang lain, sampai masalah itu selesai bersama tim anda.

Topik yang orang lain sering atau baru saja tanyakan atau minta saran kepadamu.

"Saran untuk Seorang Sahabat"

Saya akan menceritakan cerita dari sahabat saya yang pernah meminta saran kepada saya. Waktu itu , kita pulang dari kantor, kita ketemuan berdua di sebuah kafe kecil di Jakarta Barat. Tempatnya enak, nggak ramai, tempat duduknya empuk, dan bisa ngobrol enak disana. Awalnya ketemu karena sudah sekitar 2 bulan nggak ketemu, dia sibuk banget dengan kerjaannya sebagai Application Engineer di salah satu vendor IT besar yang ada di gedung Wisma BNI 46. Kita ngobrol banyak disana, dari yang teknis-teknis pakai tool apa aja, framework apa buat kerja, sampai cerita tentang hidup.

Nah begitu mulai cerita tentang our daily life mulai seru nih, dia cerita kalau di kerjaannya sekarang menurut dia managementnya mulai nggak ok. Kita tau sekarang dunia bisnis apapun lagi turun, dan memang kita sepakat mengakui bahwa hal ini juga impact ke project-project IT, kalau di tempat lama saya bekerja, kelihatan bank mulai berusaha buat mundur-mundurin payment date nya. Kalau di tempat dia lebih keliatan lagi dari jumlah project yang bisa di deal jadi menurun banget. Akhirnya, yang di deal adalah project-project dengan deadline mepet, budget kecil, scope kecil, tapi resource yang banyak. Kebetulan temen saya nggak ngerti mobile apps, tiba-tiba dicemplungin kesana. apa banget kan. Klasik kalau uda begini pasti dia pingin resign, terus minta pendapat gimana nanti kalau dia beneran resign.

Mendapat pertanyaan itu mau saya jawab kayak apapun juga ya pasti ujung-ujungnya dia sendiri yang nentuin. Tapi akhirnya saya bantu mikir bareng, kalau dia resign kira-kira mau technical lagi apa nggak, dia jawab nggak, oke, kalau gitu ya uda kita sambil bareng-bareng buka linkedin, dan liat lowongan-lowongan yang ada. Kalau lihat dari background dia, saya paling mentok bisa kasih saran paling lari ke arah Business Consultant, dengan penekanan kerjaan itu mesti banyak ketemu client, siapin dokumen ini itu ini itu, presentasi dimana-mana, kira-kira cocok nggak. Katanya boleh juga buat dicoba. Nah ini yang saya suka, kita tau dimana comfort zone kita, tapi dengan situasi begini bukan berarti resign adalah lari dari masalah, tapi kalau kita rasa memang ada faktor-faktor yang sepertinya nggak cocok lagi, dan ada tujuan lain yang pingin dicapai, ya nggak apa apa juga opsi itu diambil. Singkatnya, Agustus awal ini dia sudah first day di tempat yang baru, posisi yang baru sebagai Business Analyst, lumayan lah dapet traktiran pas malamnya habis first day dia haha.